Archive for Buku

TRANTALOGY PULAU BURU, PRAMOEDYA ANANTA TOER

Sudah seminggu ini gue baca buku yang dulunya hanya gue dengar dari orang-orang yang pernah baca atau dosen yang bilang (katanya baca buku ini setidaknya kita harus baca minimal 3 buku penunjang{nonsense nih bukunya ringan kok}, buku itu adalah seorang penulis maestro Indonesia yang pernah ada dan belum ada gantiya sampai sekarng (menurut gue) yaitu bernama Pramoedya Ananta Toer, buku yang gue baca ini adalah sebuah tantralogy yaitu yang buku pertama Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca, semuanya mungkin ada kurang lebih 2000 halaman, mumpung bacanya nyewa jadi terpaksa deh dalam seminggu gue usahain kelar baca ni buku. Dalam pengamatan gue ni buku memang luar biasa gue dibawa di dalam masa-masa lepasnya sistem tanam paksa diganti dengan system liberalisme di Hindia (sekarang Indonesia), menceritakan tentang seorang pribumi yang bergelar Raden Mas (R.A) bernama Minke (tanpa nama keluarga) seorang pelajar S.T.O.V.I.A (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) yang tidak lulus, menjalankan secara pasti apa yang telah dia dapatkan di sekolah gubermen.itu yaitu kemerdekaan 100% (minjam katanya Tan Malaka) bagi pribumi. Dalam sepak terjangnya ia menjadi seorang pribumi pertama yang memulai sebuah bentuk perlawanan dengan pemerintah Hindia Belanda dengan cara yang baru pada masa itu dimana awal pengetahuan dipatokkan sebagai majunya sebuah bangsa. Ialah yang pertama yang mendirikan sebuah organisasi tanpa confront fisik tapi lebih ke organisasi yang bernama S.D.I dia juga yang mendirikan majalah dan surat penerbitan Koran pertama di Hindia pada masa itu “MEDAN”.
Sebelumnya gua juga nggak tahu bagaimana defenisi roman itu sebenarnya yang jelas beda dengan novel, banyak sekali hal-hal yang menurut gue masih rancu gue terjemahin maksud dari pengarang, selebihnya buku ini benar-benar membawa gue dibawa gimana bentuk dari geohistoris pada awal abad ke-20, jujur aja gue merasa sentimental banget baca buku ini, berbagai kemudahan pada masa sekarang mungkin adalah bentuk akumulasi kepahlawanan orang-orang pribumi pada masa lampau yang membikin gue tambah respek untuk mensyukurinya.
Kalau masalah perbandingan mungkin ini sebuah buku yang most ambitious, most precious, coolest, deepest, dan most realis yang pernah gua baca. Kalau untuk ukuran novel/roman sekarang yang booming nggak ada lawan deh seperti ayat2 cinta-meedee-Trantalogy Laskar Pelangi, menurut pandagan gue lewat dan jauh tertinggal. Sebuah masterpiece yang maha luar biasa nggak sia-sia buku ini diterjemahin dalam 7 bahasa di dunia (itu tahun 1985 lo, yang terakhir bahasa swedia) sekarang tahun 2008 udah terjemahan ke Negara yang berapa gue nggak tahu. Kalau novel/roman indo paling mentok itu juga paling keren diterjemahin ke bahasa Malay. Yang jelas gue benar-benar bangga baca buku ini, sebuah karya anak bangsa yang nyatanya udah dilupain kalangan anak muda, di Gramed atau di toko buku lain gua nggak ketemu buku ini, yang gua baca sekarang terbitan tahun 2000 (cetakan pertama setelah runtuhnya rezim Orde Baru yang membakar semua buku Pramoedya), dan faktanya gue juga nggak tahu apa perlarangan buku Pramoedya ini udah dicabut pelarangannya oleh Kejaksaan Agung ampe sekarang.
Sayangnya sang maestro udah meninggalkan kita, tahun 2007, walaupun author nya udah nggak ada tapi gue akan rekomedasikan ke semua orang untuk baca buku ini dan pastinya gue benar-benar jatuh cinta sama karyanya Pram. Tapi bukunya yang trilogy Gadis Pantai yang kelar gua baca kemarin rasanya hanya akan menjadi saksi bisu bagaimana sebuah rezim Soeharto melarang kebebasan berekspresi, sehingga buku-buku ini dilarang Jaksa Agung dan dibakar sama Angkatan Darat 13 Oktober 1965, sehingga raiblah jilidnya yang ke II dan ke-III yang hilang rimbanya entah kemana.
Bagi yang pernah baca bukunya Pramoedaya bisa juga sharing disini sehingga buku yang hebat ini nggak hilang saja dari khazanah perbukuan di Indonesia ini.

***

Comments (3)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.