My eyes in transition

Gue udah pake kacamata 2tahun, dan tiba2 gue meresa keknya mata gue tambah burem, karena wlaupun di dalam kelas kuliah gue duduknya ditengah tapi banyak juga beberapa tulisan di layar infocus yang gak bisa gue baca. Jadi di dalam hati gue mikir kok mata gue makin burem aja sih. Dan dalam hati gue mikir ni pasti minus nambah ato kacamatanya yang murahan. Ya udah pas gue ada duit lebih pada hari rabu gue ke optic buat periksa mata gue. Lalu pas tiba di optic gue bilang ja “uda mau periksa mata nih” uda nya bilang “oia duduk aja disana dulu”. Oke ternyata gue harus nunggu sekitar 30 menit buat nunggu mata gue diperiksa. Mungkin dalam hati gue mikir apa karena gue mungkin Cuma mao periksa gue dilayanin kek gini. Ya uda akhirnya waktunya buat gue periksa juga. Pas diperiksa mata gue berkali-kali di cobain dengan lensa-lensa yang gue gak tau minusnya berapa. Dan akhirnya mata gue yang 2 tahun lalu Cuma minus 1 dua-duanya, sekarang nambah menjadi 1,5 di kiri dan 1, 75 di sebelah kanan. Dan pada momen itu gue benar-benar takjub ama diri gue sendiri, selama ni gue makan apa ja sehingga tu mata minusnya bisa nambah segitu. Ya uda akhirnya terpaksa minus nya ditambah lagi.

Di dalam hati gue mikir, oke keknya berjam2an di depan computer harus diredusir baca buku semi tidur juga harus didisiplinkan, maen PS juga harus diirit. Tapi keknya membaca yang harus benar-benar disiplinkan karena dalam sehari gue punya planning at least baca buku min 2 jam secara kualitas tapi secara kuantitas harus 120 halaman sehari. Oke gue mikir di umur yang baru 19 tahun setiap 2 tahun mata gue nambah minusnya 0,5 kan gak lucu, nah coba kalian mikir di umur gue 30 tahun uda sebesar bata gak lensa kacamata gue karena minusnya nambah terus. Ok ini harus disiplinkan sekarang juga menurut gue, demi mengingat kelangsungan mata gue :D .

Jadi pesan dari gue, kalo punya mata dijaga, makanlah makanan yang banyak vitamin A nya, jangan suka banyak baca sambil tidur, terus bacanya 30 cm dari mata. (kalo soal teori gue jago yak). In the end love your eyes like you love your girlfriend (ngarang katanya2 gue, hehe).

Leave a Comment

Sajak Orang Kepanasan

Karena kami makan akar
dan terigu menumpuk di gudangmu
Karena kami hidup berhimpitan
dan ruangmu berlebihan
maka kita bukan sekutu

Karena kami kucel
dan kamu gemerlapan
Karena kami sumpek
dan kamu mengunci pintu
maka kami mencurigaimu

Karena kami terlantar di jalan
dan kamu memiliki semua keteduhan …
Karena kami kebanjiran
dan kamu berpesta di kapal pesiar …
maka kami tidak menyukaimu

Karena kami dibungkam
dan kamu nerocos bicara …
Karena kami diancam
dan kamu memaksakan kekuasaan …
maka kami bilang TIDAK kepadamu
Karena kami tidak boleh memilih
dan kamu bebas berencana …
Karena kami cuma bersandal
dan kamu bebas memakai senapan …
Karena kami harus sopan
dan kamu punya senjata …
maka TIDAK dan TIDAK kepadamu

Karena kami arus kali
dan kamu batu tanpa hati
maka air akan mengikis batu.

WS Rendra
(dibacakan pada 15 Mei 1998 didepan pimpinan DPR)

Leave a Comment

Sebelas, Enam & Sepuluh

Di jurusan gue disamping banyak harus membaca juga harus sering banyak menulis baik itu untuk tugas, artikel, presentasi ampe iseng-iseng nulis opini buat di kirim di koran. Nah awalnya gue kalo bikin tugas emang biasanya ngetik, kalo lo tanya pake apa, ya pake komputerlah masa pake mesin tik kayak jaman Belada ja J.

Waktu semester satu gue emang kagak bisa ngetik masih cetek banget lah istilahnya bisanya cuma ngetik doank tapi kalo untuk otak-atik tools nya gue kagak tau. Awalnya emang pake sebelas jari, tapi karena banyakan liat keyboard nya dari pada ngetik (alias bingung nyari hurufnya) maka gua berniat untuk coba-coba belajar pake enam jari dulu, yang kiri pake lima jari dan yang kanan tetap pake satu jari. Waktu itu juga masih banyak liat keyboardnya alias belum bisa liat monitor jadi kekurangnnya walaupun agak mulai dikit cepet tapi perlu kerja dua kali karena gue harus editing pas kelar ngetik. Nah dari situ makanya gue belajar coba pake sepuluh jari. Sebelumnya hampir setahun gue ngetik pake enam jari ini, tapi mulai sekarang gue udah mulai ngetik pake sepuluh jari. Dan ternyata ngetik sepuluh jari emang susah banget banyakan salahnya dari pada benernya. Tapi karena semangat gue yang berapi-api dengan semangat empat lima gue mati-matian belajar. Biasanya tugas yang gue ketik pake enam jari 800 kata nggak nyampe sejam selesai, tapi pas belajar pake sepuluh jari bisa ampe dua jam, emang sih sempet putus asa dan berniat buat nyerah tapi gue punya prinsip belajar tu kan gak harus lancer tapi pasti ada juga rintangannya, makanya gue tetap terus belajar.

Sampe sekarang gue juga masih dalam proses belajar, enaknya pake 10 jari kita bisa langsung editing kata-kata yang salah dan juga bisa ambil merem, sambil tiduran bisa juga ngetik karena udah tahu posisi jari yang mau di typing.

Dasar gue dikit urakan jadi gue rasa gue masih lama tuh bisa jadi an expert.

Leave a Comment

Musim Sekarang?

Kata tukul Indonesia tidak saja terdiri dari 2 musim saja tapi msih Banyak musim-musim lainnya seperti musim duren, raket, musim demam berdarah dsb. Tapi kalau ditanya di Indonesia lagi musim apa sekarang ya jelas sekarang lagi musim bola donk. Dan artinya juga musim begadang, termasuk gue.

Tambah sialnya sekarang gue lagi menghadapi minggu tenang buat ujian semester, jadi harus milih ketinggalan bola ato ketinggalan pelajaran, bingung deh gue. Kalo orang kayak gue mana sulit masuk belajar dan ilangnya sebentar banget, emang kata temen gue emang gitu kalo otak seken prosesor pentium satu yang udah beranak-pinak pirusnya.hehe.

Tapi ada untungnya juga kalo musim bola kayak gini, contohnya saja dosa kite-kite yang satu jurusan bisa dikit di kurangi yang biasanya ngomong tentang cewek (yang gak muhrim tentunya) bertransisi menjadi pembicaraan yang ampe bebusa tu mulut kagak putus-putus bahasannya, apelagi kalo bukan : Bola, cing!!

Leave a Comment

TRANTALOGY PULAU BURU, PRAMOEDYA ANANTA TOER

Sudah seminggu ini gue baca buku yang dulunya hanya gue dengar dari orang-orang yang pernah baca atau dosen yang bilang (katanya baca buku ini setidaknya kita harus baca minimal 3 buku penunjang{nonsense nih bukunya ringan kok}, buku itu adalah seorang penulis maestro Indonesia yang pernah ada dan belum ada gantiya sampai sekarng (menurut gue) yaitu bernama Pramoedya Ananta Toer, buku yang gue baca ini adalah sebuah tantralogy yaitu yang buku pertama Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca, semuanya mungkin ada kurang lebih 2000 halaman, mumpung bacanya nyewa jadi terpaksa deh dalam seminggu gue usahain kelar baca ni buku. Dalam pengamatan gue ni buku memang luar biasa gue dibawa di dalam masa-masa lepasnya sistem tanam paksa diganti dengan system liberalisme di Hindia (sekarang Indonesia), menceritakan tentang seorang pribumi yang bergelar Raden Mas (R.A) bernama Minke (tanpa nama keluarga) seorang pelajar S.T.O.V.I.A (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) yang tidak lulus, menjalankan secara pasti apa yang telah dia dapatkan di sekolah gubermen.itu yaitu kemerdekaan 100% (minjam katanya Tan Malaka) bagi pribumi. Dalam sepak terjangnya ia menjadi seorang pribumi pertama yang memulai sebuah bentuk perlawanan dengan pemerintah Hindia Belanda dengan cara yang baru pada masa itu dimana awal pengetahuan dipatokkan sebagai majunya sebuah bangsa. Ialah yang pertama yang mendirikan sebuah organisasi tanpa confront fisik tapi lebih ke organisasi yang bernama S.D.I dia juga yang mendirikan majalah dan surat penerbitan Koran pertama di Hindia pada masa itu “MEDAN”.
Sebelumnya gua juga nggak tahu bagaimana defenisi roman itu sebenarnya yang jelas beda dengan novel, banyak sekali hal-hal yang menurut gue masih rancu gue terjemahin maksud dari pengarang, selebihnya buku ini benar-benar membawa gue dibawa gimana bentuk dari geohistoris pada awal abad ke-20, jujur aja gue merasa sentimental banget baca buku ini, berbagai kemudahan pada masa sekarang mungkin adalah bentuk akumulasi kepahlawanan orang-orang pribumi pada masa lampau yang membikin gue tambah respek untuk mensyukurinya.
Kalau masalah perbandingan mungkin ini sebuah buku yang most ambitious, most precious, coolest, deepest, dan most realis yang pernah gua baca. Kalau untuk ukuran novel/roman sekarang yang booming nggak ada lawan deh seperti ayat2 cinta-meedee-Trantalogy Laskar Pelangi, menurut pandagan gue lewat dan jauh tertinggal. Sebuah masterpiece yang maha luar biasa nggak sia-sia buku ini diterjemahin dalam 7 bahasa di dunia (itu tahun 1985 lo, yang terakhir bahasa swedia) sekarang tahun 2008 udah terjemahan ke Negara yang berapa gue nggak tahu. Kalau novel/roman indo paling mentok itu juga paling keren diterjemahin ke bahasa Malay. Yang jelas gue benar-benar bangga baca buku ini, sebuah karya anak bangsa yang nyatanya udah dilupain kalangan anak muda, di Gramed atau di toko buku lain gua nggak ketemu buku ini, yang gua baca sekarang terbitan tahun 2000 (cetakan pertama setelah runtuhnya rezim Orde Baru yang membakar semua buku Pramoedya), dan faktanya gue juga nggak tahu apa perlarangan buku Pramoedya ini udah dicabut pelarangannya oleh Kejaksaan Agung ampe sekarang.
Sayangnya sang maestro udah meninggalkan kita, tahun 2007, walaupun author nya udah nggak ada tapi gue akan rekomedasikan ke semua orang untuk baca buku ini dan pastinya gue benar-benar jatuh cinta sama karyanya Pram. Tapi bukunya yang trilogy Gadis Pantai yang kelar gua baca kemarin rasanya hanya akan menjadi saksi bisu bagaimana sebuah rezim Soeharto melarang kebebasan berekspresi, sehingga buku-buku ini dilarang Jaksa Agung dan dibakar sama Angkatan Darat 13 Oktober 1965, sehingga raiblah jilidnya yang ke II dan ke-III yang hilang rimbanya entah kemana.
Bagi yang pernah baca bukunya Pramoedaya bisa juga sharing disini sehingga buku yang hebat ini nggak hilang saja dari khazanah perbukuan di Indonesia ini.

***

Comments (1)

PENGEN BEBAS

Gak tau mau mulai darimana, tapi saya udah pikirkan untuk menulis blog yang isinya bebas dan tanpa ada kata-kata baku yang sitemmatis inginnya seperti catatan harian tapi yang umum-umm saja. Memang inginnya saya blog ini di update terus biar lepas aja en pastinya ghostcare (peduli setan) kalo banyak ejaan dan tanda baca yang nggak sistematis, yagn penting nulis booo. ;)

Bagi yang baca blog saya salam kenal semua :D

Comments (1)

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Comments (1)